33 C
Jakarta
Selasa, September 28, 2021

Sikap CICSR Terhadap Aksi Teror Pembunuhan dan Pembakaran Rumah Ibadah di Sigi Sulawesi Tengah

Lembaga The Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution mengutuk keras terhadap pembunuhan empat warga dan pembakaran rumah ibadah warga Nasrani di Dusun Lewono, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Paolol, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Perbuatan keji dan biadab itu telah melenceng dari ajaran agama manapun.

Dasar dan pijakan pengutukan tindakan barbar tersebut adalah “Janganlah salah seorang di antara kalian menghunuskan pedangnya kepada saudaranya. Karena dia tidak tahu, mungkin saja setan menjurumuskan tangannya sehingga dia terjerumus ke dalam jurang neraka.”

Keluarga Besar Lembaga The Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution juga turut berbela sungkawa yang mendalam kepada kelurga korban dan kepada keluarga besar jemaat Gereja Bala Keselamatan di Desa Lemban Tongoa atas peristiwa yang terjadi pada hari Jum’at, 27 November 2020.

Lembaga The Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution menyatakan sikap sebagai berikut:

Pertama, mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk mengusut tuntas kasus ini dan menindak dengan tegas pelaku pembantaian tersebut. Dan mendesak pemerintah untuk membantu pihak dan keluarga korban, baik dalam aspek materil maupun upaya-upaya psikologis. Dan memastikan keamanan keluarga korban agar tetap bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Kedua, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mendukung sepenuhnya upaya yang sedang dan telah dilakukan pemerintah dalam mengatasi aksi-aksi biadab, baik yang dilakukan oleh pihak ekstremis maupun teroris.

Ketiga, mendorong keterlibatan para pemuka agama, tokoh adat dan cendekiawan untuk bersikap proaktif dalam menanggulangi gerakan intoleran, ekstrim, radikal-teroris dan cara-cara teror lainnya yang tidak pernah diajarkan dalam agama manapun.

Keempat, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga keutuhan beragama dan berbangsa. Dan mendoakan korban dan keluarganya agar selalu diberikan ketabahan dan diberikan kekuatan fisik maupun non-fisik.

Kelima, mengajak peran civil society dalam menanggulangi kejahatan nasional dan transnasional, khususnya kejahatan yang dilakukan kelompok teroris dan gerakan transnasional lainnya yang bertujuan untuk memecah belah bangsa serta upaya-upaya mengado domba di antara anak bangsa.

Kami terus mendukung langkah-langkah kongkrit pemerintah untuk memelihara keamanan dan ketentraman masyarakat di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bebas dari tindakan ekstrim dan biadab yang kerap dilakukan oleh kelompok radikalis-teroris.

Demikian pernyataan ini kami buat untuk menjadi perhatian pihak terkait dalam penyelesaian atas peristiwa pembantaian warga dan pembakaran rumah ibadah di Sigi, Sulawesi Tengah.

Jakarta, 29 November 2020

a.n Lembaga The Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,294FansSuka
2,959PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles