26 C
Jakarta
Senin, Oktober 25, 2021

Sikap Resmi Lembaga CICSR Terhadap Penyerangan Keluarga Assegaf Di Solo

Di tengah upaya keras pemerintah dan segenap eleman masyarakat dalam menanggulangi pandemi Covid-19, kekerasan terhadap warga negara kembali terjadi di Solo, Jawa Tengah. Penyerangan terjadi saat acara Midodareni tengah berlangsung di kediaman Almarhum Segaf Al-Jufri, yang bertempat tinggal di Jl. Cempaka Putih No. 81 Kp. Mertodranan RT 01 RW 01 Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta. Kejadian ini terjadi pada tanggal 8 Agustus 2020 malam.

Midodareni merupakan salah satu tradisi yang telah berkembang lama dalam masyarakat Jawa untuk mempersiapkan hari pernikahan. Ratusan kelompok mendatangi lokasi dan memaksa pihak tuan rumah membubarkan acara tersebut. Di tengah upaya pemaksaan tersebut, mereka meneriakkan takbir sembari berucap bahwa Syiah bukan Islam dan darahnya halal.

Syiah merupakan salah satu mazhab teologi dalam Islam yang telah ada ribuan tahun lalu. Syiah dalam literatur keislaman menjadi bagian kesejarahan disamping keberadaan Sunni. Di Indonesia, Syiah termasuk kelompok minoritas yang rentan mendapat tindakan diskriminatif. Peristiwa ini menambah catatan buruk intoleransi di Indonesia.

Lembaga The Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution menyatakan sikap sebagai berikut:

Pertama, mengecam dan mengutuk keras penyerangan di Pasar Kliwon karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kebebasan beraktivitas. Penyerangan ini tidak dibenarkan atas alasan apapun.

Kedua, meminta secara tegas pihak keamanan dan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini melalui mekanisme dan hukum yang berlaku di Indonesia. Pihak kepolisian harus menghukum setimpal sesuai undang-undang yang berlaku.

Ketiga, meminta pejabat dan pemerintah daerah untuk menjamin keamanan warga negara, khususnya kepada kelompok minoritas. Negara harus menjamin keamanan setiap warga tanpa alasan apapun.

Keempat, meminta tokoh, cendekiawan dan pemuka agama untuk saling bergandengan tangan untuk mewujudkan Islam yang rahmatan lil Alamin. Intoleransi merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan misi kenabian dan ajaran agama apapun.

Kelima, meminta seluruh elemen masyarakat dan warga negara untuk tidak menggunakan kekerasan terhadap yang berbeda keyakinan, mazhab dan kelompok. Masyarakat harus terus menyuarakan dan meneguhkan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia bukanlah milik satu kelompok, tapi milik kita bersama.

Demikian sikap resmi Lembaga The Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution dibuat dengan penuh kesadaran. Salam Pancasila!

Jakarta, 10 Agustus 2020

The Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,294FansSuka
2,996PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles